Seputar Post Wedding

Istilah postwedding masih terdengar asing di telinga sebagian orang. Jika prewedding merupakan sesi pemotretan sebelum pernikahan, maka postwedding merupakan sesi pemotretan yang dilakukan pasca pesta pernikahan.

Seperti halnya prewedding, postwedding juga membutuhkan banyak pertimbangan termasuk anggaran, busana, hingga lokasi yang sesuai.

Perbedaan yang mendasar antara prewedding dengan postwedding adalah pasangan tidak perlu ragu lagi untuk berpose mesra nan romantis karena keduanya telah terikat oleh ikatan yang sah dan halal.

Nah, hal ini merupakan bagian yang harus diperhatikan dengan serius oleh muslim/muslimah.

Jika dilihat dari segi biaya, postwedding merupakan biaya tambahan yang perlu dipersiapkan oleh kedua calon pengantin.

Selain menyewa jasa fotografer profesional, menyewa jasa makeup artist serta menyewa busana juga menjadi pengeluaran yang tidak bisa dihindari.

Namun, apakah foto postwedding perlu dilakukan oleh pengantin? Atau hal ini hanya bagian dari gaya hidup yang boros di awal pernikahan?

apa itu post wedding

Post Wedding: Alternatif Foto Prewedding

Adakah Manfaat Dari Foto Postwedding?

Menurut Indra Noveldy, seorang konsultan pernikahan, tren postwedding merupakan bagian dari pemborosan yang terjadi sejak awal pernikahan.

Padahal masa awal pernikahan adalah masa-masa kritis di mana dibutuhkan begitu banyak penyesuaian, termasuk dalam hal keuangan rumah tangga.

Alangkah lebih baiknya jika momen pasca menikah digunakan untuk membahas hal-hal yang sifatnya lebih fundamental untuk perjalanan berumah tangga yang panjang.

Apalagi setelah menjalani prosesi pernikahan yang melelahkan, tentunya Anda dan pasangan membutuhkan waktu untuk beristirahat. Membahas segala hal tentang postwedding tentunya akan sangat merepotkan.

Budaya pernikahan di Indonesia identik dengan prosesi yang panjang dan cukup menguras energi.

Belum lagi jika pesta pernikahan tidak berjalan sesuai rencana, tentunya ada begitu banyak hal yang perlu dibenahi. Kondisi seperti ini sangat rentan memicu konflik bagi pasangan yang baru saja menikah.

Daripada merepotkan diri dengan sesi pemotretan postwedding yang tak kalah menguras pikiran dan emosi, duduk bercengkerama bersama dengan pasangan dan bercerita tentang momen-momen persiapan hingga acara pernikahan tentu menjadi lebih menyenangkan.


Apakah Postwedding Perlu Dilakukan?

Banyak pasangan muda yang hanya mengira bahwa pernikahan adalah sesuatu yang sarat keromantisan, kemesraan, dan segala hal yang berbau kebahagiaan.

Faktanya, pernikahan tidaklah semulus yang dibayangkan. Bahkan pada saat bulan madu, konflik sangat mungkin terjadi terutama jika terjadi perbedaan pendapat antara Anda dan pasangan.

Hal ini cukup wajar mengingat Anda harus menyatukan dua kepala dengan dua pikiran yang berbeda.

Terkadang Anda menginginkan A namun pasangan menginginkan B atau sebaliknya. Di saat seperti ini, ada baiknya jika Anda saling menyesuaikan diri.

Bagi sebagian pasangan, alih-alih menghabiskan waktu dan tenaga untuk melakukan sesi pemotretan postwedding, pasangan yang baru saja menikah dapat mulai berpikir secara dewasa.

Jika memutuskan untuk melakukan bulan madu, manfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk mengenal pasangan lebih dalam dan memperkuat ikatan antara Anda dan pasangan.

Cukup disayangkan bahwa banyak pasangan yang justru merasa kecewa setelah menghabiskan momen bulan madu karena pasangan tidak seperti yang dibayangkan. Oleh karena itu, pastikan untuk menggunakan momen tersebut sebaik-baiknya, alih-alih menghabiskan waktu untuk berfoto.

Untuk persiapan pernikahan, Anda bisa membaca blog otwhalal.com.


Mengapa Postwedding Begitu Populer di Kalangan Anak Muda?

Fenomena postwedding semakin merebak karena adanya kecenderungan pasangan muda untuk melakukan pencitraan.

Foto hasil prewedding bisa menjadi bukti bahwa mereka mempunyai momen bahagia bersama pasangan dan mempertunjukkan kepada khalayak ramai memberikan kepuasan tersendiri.

Padahal, kebahagiaan yang sesungguhnya hanya dapat dirasakan oleh Anda dan pasangan. Tanpa mempedulikan betapa banyaknya like dan komentar yang Anda dapat, namun jika Anda merasa tidak bahagia maka hal ini adalah sia-sia.

Betapa banyak pasangan yang seolah-olah bahagia padahal tengah menyimpan masalah dalam waktu lama?

Daripada menghabiskan waktu, tenaga, dan biaya untuk memuaskan hasrat pencitraan di dunia maya, Anda bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk mengenal pasangan dan mendalami karakter masing-masing.

Tanpa perlu dokumentasi dari fotografer profesional, Anda tetap bisa menikmati momen bulan madu dan tidak melupakannya hingga kapanpun.

Jangan melakukan foto postwedding hanya karena mengikuti tren agar terlihat bahagia. Mulailah ciptakan kebahagiaan yang sesungguhnya bersama pasangan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *