Pengertian & Syarat I’tikaf

I'tikaf di Masjid

Pernahkah Anda mendengar tentang I’tikaf? I’tikaf adalah salah satu ibadah yang bisa dilakukan oleh umat islam untuk mencari pahala dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

I’tikaf memiliki arti berdiam diri di dalam masjid dengan beberapa syarat dan memiliki hanya satu tujuan yaitu untuk beribadah kepada Allah SWT. I’tikaf bisa dilakukan kapan saja, namun lebih utama atau lebih afdhal bila dilakukan pada saat bulan Ramadhan.

Melakukan I’tikaf di bulan Ramadhan memiliki arti menghilangkan dosa dari dalam hati manusia. I’tikaf di bulan Ramadhan sering dilaksanakan di hari-hari terakhir puasa.

Syarat melakukan I’tikaf:

  • Niat

Yang pertama harus dilakukan dan disadari oleh semua orang yang ingin melakukan I’tikaf adalah niat. Niat harus dilakukan agar orang yang melakukan paham apa yang harus dilakukan di dalam masjid nanti, tidak melamun dan melakukan hal yang lain. Kita hanya boleh beribadah kepada Allah saja selama di dalam masjid.

Salah satu hal yang bisa dilakukan saat di dalam masjid adalah mendengarkan murotal atau shalawat nabi. Link yang bisa Anda gunakan untuk mendownload murotal adalah www.dataislami.com. Disana, Anda bisa mendownload murotal dengan kualitas yang bagus juga membaca artikel islami dengan cara yang mudah dan cepat. Ada banyak ibadah yang bisa dilakukan di dalam masjid saat I’tikaf, seperti mengaji, shalat, berdzikir dan yang lainnya.

  • Diam dalam masjid

Saat sudah berniat untuk melakukan I’tikaf, jangan bolak balik meninggalkan masjid, misalnya sering ke kamar mandi atau yang lainnya. Hal itu akan mengurangi rasa khusyuk dalam hati. Ada sebuah ayat Al Quran yang menyatakan tentang hal ini, yaitu Surat Al Baqarah ayat 187 yang artinya tetapi, jangan kamu campuri mereka, ketika kamu beri’tikaf dalam masjid.

Sungguh mulia melakukan ibadah I’tikaf ini. Ajaklah teman-teman dan orang terdekat untuk melakukan I’tikaf bersama. Berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan adalah salah satu cara yang bisa mendekatkan diri kita pada Allah.

  • Orang yang boleh melakukan I’tikaf

Orang yang bisa dan boleh melakukan I’tikaf adalah orang yang muslim, berakal sehat atau tidak gila, suci dari hadas besar dan berada di dalam masjid. Ada beberapa ulama yang mengatakan bahwa hadas kecil juga bisa membatalkan I’tikaf. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa tidak apa-apa jika memiliki hadas kecil lalu bersuci lagi dengan wudhu.

Untuk wanita, harus mendapatkan perizinan dari suaminya terlebih dahulu untuk bisa melakukan I’tikaf. Namun, lebih utama bagi seorang wanita untuk melakukan I’tikaf di masjid dalam rumah karena dikhawatirkan bisa terlihat auratnya oleh laki-laki yang bukan mukhrimnya. Jika sudah berniat melakukan I’tikaf, bisa juga dengan menggunakan baju yang tertutup sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Cara Meredakan Nyeri Haid dengan Mengkudu

Cara Meredakan Nyeri Haid dengan Mengkudu

Siklus menstruasi wanita tidak selamanya berjalan lancar. Kondisi fisik dan psikis seorang wanita dapat mempengaruhi siklus menstruasi mereka, yang berujung pada siklus yang tidak lancar.

Selain itu, hal tersebut juga membuat terhambatnya aliran darah haid yang keluar. Hal ini tentu membuat nyeri haid semakin menjadi-jadi dan menganggu aktivitas seseorang.

Namun, Anda tidak perlu bingung saat mengalami hal diatas. Hal tersebut dapat diatas dengan ramuan buah mengkudu.

Manfaat Mengkudu untukk Menstruasi

Buah mengkudu atau sering disebut sebagai Noni merupakan salah satu tanaman yang umum dijumpai di Indonesia dan sering digunakan dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan termasuk untuk nyeri haid.

Kandungan nutrisi dalam buah mengkudu dapat membantu melancarkan siklus haid, mengurangi rasa nyeri dan mengatasi sindrom pra-menstruasi yang umumnya membuat wanita menjadi lebih emosional pada saat-saat menjelang menstruasi.

Kandungan senyawa Scolopetin dapat meningkatkan kinerja otak dan menstimulasi produksi hormon serotonin dan melatonin. Kedua hormon tersebut membantu tubuh dalam mengatur suhu tubuh, suasana hati, perilaku seksual dan siklus produksi sel telur.

Selain baik dalam mengatur suasana hati wanita karena perubahan hormon saat haid, kandungan Xeronine dalam mengkudu juga berperan sebagai pereda rasa nyeri haid. Xeronine dapat mengaktifkan protein reseptor yang bertugas untuk mengurangi rasa nyeri dan memberkan rasa nyaman.

Cara Mengolah Ramuan Mengkudu

Untuk melancarkan siklus haid dan meredakan nyeri haid, Anda dapat mengolah mengkudu menjadi jus dengan tambahan daun dewa. Cara mengolahnya adalah sebagai berikut:

  • Siapkan 2 – 3 buah mengkudu matang
  • Potong kecil seukuran dadu kemudian cuci bersih
  • Haluskan dengan menggunakan Blender bersamaan dengan Daun Dewa.
  • Tambahkan Madu atau Gula Aren untuk menyamarkan rasa getir mengkudu.
  • Minum Pada pagi Hari sebelum sarapan.

Ramuan jus mengkudu diatas bermanfaat untuk mengatasi pembekuan darah yang menyebabkan siklus haid terganggu dan meredakan rasa nyeri haid yang menganggu. Namun, efek yang terasa tergantung pada kondisi tubuh Anda. Bila tubuh Anda terdapat radikal bebas maka ramuan diatas berperan sebagai antioksidan alami untuk mengeluarkan racun-racun ditubuh Anda sebelum mengatasi masalah kewanitaan Anda.